Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #YUI17Melodies

Rasi Mimpi

Hmm, ya disinilah aku sekarang, Terkulai lemas di atas kasurku. Warna biru selimutku memenuhi kasur itu. Aku baru saja bergadang untuk menyelesaikan tugas. Hampir semalaman aku tidak tidur, dan paginya aku harus mengkonsultasikan tugasku. Yah, beginilah aku , mahasiswi semseter akhir yang sedang skripsi. Dulu, senior pernah mengatakan padaku untuk bersiaplah dalam menghadapi skripsi. Apa semenakutkan itu? Benar saja, aku mendapati diriku sangat ingin menghindari skripsi. Melihat temanku yang sudang seminar proposal sedangkan aku masih awal berkonsultasi proposol, itu untuk pertama kalinya. Ini seperti rantai yang mengikatku dengan sangat kuat. Aku tak tahu apa aku bisa  bebas dari cengkraman yang tak bisa kuhindari ini. Aku masih terdiam tanpa bisa melakukakan apa pun. Tak ingin menyadari apa pun, tapi aku tahu jalan itu harus kutempuh. Saat cita-cita ini sudah dihadapanku, hatiku mulai goyah. Apakah benar ini keinginanku? Tapi mengapa begitu sulit untuk menggapai rasi kesuksesan. ...

Hidup Sang Benih

Apa takdir sebuah benih? Aku masih sebuah benih kecil yang tertutup oleh bunga yang indah. Sebuah bunga yang melindungiku hingga aku cukup kuat untuk terbang berkelana. Hidupku dimulai dari sebuah benih kosong tanpa bekal apa pun. Dan bunga ini dengan setia memberiku makanan dan kenyamanan. Demi hidupnya, dia berada di tempat yang selalu terkena cahaya matahari, cukup air untuk meberi sebuah kehidupan. Meski tempat itu berada sangat terlihat dan berbahaya. Di sebuah jalanan yang dipenuhi orang yang berjalan. Bunga ini sendirian, berjuang demi kehidupan berikutnya. Tapi dari sana, terlihat sebuah taman yang indah dan tertata rapi, terlindungi dari bahaya bahkan dijaga sepenuh hati oleh penjaga taman. Bunga ini tak begitu indah, dia hanya sebuah jenis rumput dengan bunga berwarna ungu, rumput seperti ini biasanya hidup bersama dengan lainnya, tapi berbeda, dia sendirian. Aku yang hanya bisa melihat keadaan luar dari dalam dengan lindungan selaput tipis pelindungku. Setiap ujian  pun ...

Langit-langit Kamar

Aku ingin menghancurkan kenangan itu, aku ingin bertahan pada kenangan itu, aku tidak mengerti diriku. Aku ingin kembali ke masa kecil  dimana aku bisa katakan apa yang aku rasakan, aku inginkan, dan aku lakukan. Tanpa merasa takut , aku melakukan segala hal yang belum bisa kumengerti. Tanpa menanyakan alasan, aku lakukan apa yang ada dihadapanku. Membuat kesalahan dengan mudah dan hanya tersenyum untuk memperbaikinya Masa kecil  dimana aku membuat kesalahan-kesalahan kecil dan orang hanya menggelengkan kepala, memaklumi. Aku yang tak tahu masa itu akan lewat begitu saja, aku membuangnya begitu saja. Kenangan yang ingin kulupakan, tapi begitu berharga. Kenangan yang takkan mungkin hilang dari masa laluku. Melekat dengan erat dalam hidupku, mengiringi setiap langkah. Aku hanya ingin menjadi anak kecil yang bisa menangis tanpa merasa malu. Tentu saja aku tidak bisa mengulanginya bahkan ketika aku mencoba bersembunyi di kota tak dikenal, aku hanya memeikirkan yang sedang terjadi ...

True Feelings

Pernah merasakan cinta yang tak bisa dilupakan? Kalau pun terlupa, itu hanyalah pura-pura, bukan? Bahkan itu hanya sekedar pengalih perhatian, kan? Ya, aku pernah mendapatkan cinta seperti itu, hingga aku selalu menunggu mu, meskipun aku tidak mengatakannya. Benar saja, perasaan itu tak bisa kulupakan dengan mudah. Hingga saat ini, senyum mu terlihat jelas. Saat aku menutup mata, kau ter lihat dengan sangat jelas. Dan kau tahu? betapa sakit mengingat segalanya, betapa sakitnya tidak bisa melupakanmu. Hatiku terasa sesak saat menyadari perasaan itu masih jelas ada dalam hidupku. Kau berdiri tegap dihadapanku, melakukan hal-hal konyol yang hanya bisa dilakukan olehmu. Tanpa susah payah, kau membuatku melepasakan tawaku. Dan dengan lantangnya aku melempar senyum  bahagia untukmu. Hari-hari itu, aku belum menyadari perasaan yang masuk dalam hatiku. Yang aku tahu, aku hanya nyaman bersama denganmu. Dan hari berjalan sangat cepat saat aku bersamamu, setiap senyum an yang tak terhitung, m...

First Sight

Hujan rintik. Aku termenung di jendela dengan tirai bermotif bunga matahari, motif cerah di hari kelabu. Aku memandang jauh ke langit, melihat abu-abu terbentang hingga horizon. Matahari tak tampak, mengintip pun tidak. Aku terduduk di jendela, mendengarkan rintik hujan yang mulai turun, tanda keras bahwa hari ini matahari takkan muncul sekalipun. Malam pun datang, mencoba membawa bulan, tapi percuma abu-abu itu masih bertengger di langit, tak membiarkan cahaya bulan masuk sedikit pun. Aku masih termangu di dekat jendela, duduk terdiam memandang latar halamanku yang basah karena rintik hujan di sore tadi. Langit hari ini benar-benar tak berekspresi sama sekali. Rasa dingin mulai menjangkiti kulitku, aku berdiri dan berjalan ke arah kasur untuk mengambil selimut tebal bewarna kuning, kulilitkan ke tubuhku yang mulai kedinginan, lalu aku berjalan menuju jendela. Terduduk mendekap kaki dan mencoba menahan rasa dingin yang masuk melalui jendela kaca itu. Dengan kamar dalam keadaan tetap ge...

Q & A

"Hoaaaah!" Queen melihat jam dinding di depannya dengan mata separuh terbuka. Sedikit merenggangkan badan dan membuka selimut, dia mencoba melihat jam berapa sekarang. Lama dia memandangi jam dinding itu, lalu melongo karena kaget jarum panjang di antar 6 dan 7, dan jarum pendek di antara 7 dan 8. Dia mengingat hari ini, "hari ini hari senin, gumamnya santai dan mulai menata rambutnya yang berantakan. "Eeeeeeeeeeeh!" teriaknya keras."Huwaa, senin kan kuliahnya Pak Made, wah dosen killer , gawat!" secepat kilat Queen menuju kamar mandi untuk mandi, meski air sangat dingin di pagi itu, dia sudah tidak menghiraukan lagi. Sepuluh menit kemudian Queen sudah siap untuk berangkat kuliah. Dia menuju meja makan dengan lari-lari kecil menuruni tangga, "Non, jangan lari-lari! Nanti jatuh ,lho!" nasihat dari Bi Imah, asisten rumah tangga alias pengurus Queen sejak kecil. "Iya, Bi! Aku tak sempat makan udah telat, nih! teriak Queen yang sudah di dep...

Perjalanan km 5 Jam 5

Aku duduk di dalam kelas yang dipenuhi dengan manusia pemikir yang mem bosan kan. Mereka mengamati papan yang di sebelahnya terdapat seorang manusia tua dengan penuh jenggot hampir seleher. Laki-laki di depan itu menjelaskan tentang hal yang tidak kumengerti, sebuah penyakit yang belum bisa disembuhkan. Dia membicarkan tentang revolusi dalam bidang kedokteran. Ya, itulah aku, seorang mahasiswa kedokteran di sebuah universitas terkenal di kotaku. Jujur saja, aku adalah orang yang tidak menyukai ini, duduk di bangku dan mendengarkan orang lain di kelas. Waktu SMA aku sudah memutuskan untuk pergi dari kota ini, pergi untuk menggapai keinginanku, menjadi seorang teknisi mobil. Aku sudah mendapatkan surat rekomendasi dari sebuah perusahaan dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Bandung. Tapi apa yang terjadi padaku sekarang, duduk menanti jam kuliah selesai, pergi dari sini dengan segala ke bosan an. Bukan kemauanku berada di sini, ini semua karena ayah. Ayah menyuruhku untuk sekolah kedo...

Bangku Taman, 1 Juli

Jalan sepi yang lenggang itu, dengan paving abu-abu yang mulai berlubang. Jalan ini selalu tampak sepi, jarang ada orang yang melewatinya apalagi ketika hujan bahkan petugas kebersihan pun jarang membersihkan jalan ini. Tidak heran, jalan ini sepi karena terletak di bagian paling pojok sebuah taman. Daun-daun yang berserakan yang hampir tiga hari tidak dibersihkan. Meski jarang dilewati bagian taman ini sangat indah, terdapat pohon maple besar  di setiap sisi-sisi jalan, hamparan rumput hijau yang bersanding dengan berbagai macam bunga, seperti mawar, aster, gerbera, iris, dan lily. Ada juga sebuah sisi dengan deretan bunga matahari. Saat musim semi tiba, hijau dedaunan akan nampak sangat indah, daun yang bertebangan karena musim semi seperti hujan hijau yang tampak indah. Ketika malam tiba, dari taman bagian ini juga bisa melihat berbagai rasi bintang. Taman ini hanya diterangi beberapa lampu taman, sehingga cahaya bintang akan terlihat berkelip indah. Di bawah sebuah pohon ...

Cermin

Judul : Cermin Author : Ludia M.P Project for :    @YUI17Melodies     #MelodiHijauOranye    Theme Song : YUI- Again Keywords : tangis, awal, mimpi, kenangan, dan musuh Aku menatap cermin di depanku, meneliti setiap detil diriku. Rambut ikal panjang sepinggang yang biasa dipuji oleh orang karena sedikit unik. Rambut yang mengembang ini sedikit mengganggu ketika angin menerjang, akan menampakkan rambut berantakan dan terlihat seperti monster besar. Aku memandang wajah itu, kulit putih dengan sedikit bekas jerawat di pipi kanan. Wajah sedikit oval, hidung yang tak terlalu mancung, bibir merah jambu tersenyum, mengulum bibirku sendiri dan memuji diri sendiri. Aku cukup bangga dengan bentuk bibir ini. Mata tajam yang memandang mata di seberang cermin itu. Mata sipit dengan bola mata bewarna coklat ke arah hitam, bulu mata yang melengkung manis bertengger di bagian atas dan bawah mata, dan alis tipis bekar dicukur lebih ke arah berantakan. Memandang mat...