Skip to main content

My life for your life

Hal yang aku harapkan saat ini adalah dapat berdiri di depanmu dengan penuh kebanggan.
Mengatakan dengan keras, bahwa akulah orang yang pantas kau banggakan. Segala usaha yang telah kau lakukan tak sia-sia, segala pengorbananmu berakhir dengan berkah yang melimpah.

Hal yang aku harapkan saat ini adalah dapat berdiri di depanmu untuk berterima kasih.
Setiap tangisan yang kau simpan untukku, setiap peluh keringat yang kau teteskan untukku, setiap sakit yang kau derita karenaku. Meski kau tak pernah tahu bahwa aku akan jadi apa nanti.

Hal yang aku harapkan saat ini adalah dapat berdiri di depanmu dengan menggenggam harapan.
Walau kau tak memberikanku sebuah harapan tinggi. Tak pernah memaksaku melebihi kekuatanku. Menjadikan diriku seperti yang kuiinginkan. Pilihanku adalah untukku.

Hal yang aku harapkan saat ini adalah dapat berdiri di depanmu mengatakan "ini untukmu"
Segala kebanggaanku, segala kasihku, dan segala pilihanku hanyalah untukmu. Meskipun aku tak bisa membuatmu berhenti untuk menahan rasa harap, rasa was-was, dan rasa pasrah itu untukku. Aku siap untuk berbagi setiap rasa yang kau rasakan. Hidupku hanyalah untukmu.
Ibu.


Mita~

Comments

Popular posts from this blog

Dua Sisi

Menangislah wahai kesedihan Menangislah dekapan hujan Menangislah dalam kesedihan Menangislah dalam kesunyian Jangan menangis dalam terangnya matahari Hujan akan menutupi kesedihanmu Hingga hujan terhapuskan oleh matahari Pelangi akan mengeringi senyummu Hidup memang takkan terus ada senyuman Hidup bukan hanya sekedar kebahagiaan Hidup tak hanya untuk mencapai kematian Hidup adalah sebuah proses penerimaan Penerimaan kesedihan Penerimaan kebahagiaan Penerimaan kesunyian Penerimaan kebersamaan Menangis bukan hanya sekedar kelemahan Senyuman bukan hanya sekedar kebahagiaan Akan ada dua sisi dalam setiap perlakuan Entah kapan itu, butuh sebuah keyakinan Love Ruu

Cermin

Judul : Cermin Author : Ludia M.P Project for :    @YUI17Melodies     #MelodiHijauOranye    Theme Song : YUI- Again Keywords : tangis, awal, mimpi, kenangan, dan musuh Aku menatap cermin di depanku, meneliti setiap detil diriku. Rambut ikal panjang sepinggang yang biasa dipuji oleh orang karena sedikit unik. Rambut yang mengembang ini sedikit mengganggu ketika angin menerjang, akan menampakkan rambut berantakan dan terlihat seperti monster besar. Aku memandang wajah itu, kulit putih dengan sedikit bekas jerawat di pipi kanan. Wajah sedikit oval, hidung yang tak terlalu mancung, bibir merah jambu tersenyum, mengulum bibirku sendiri dan memuji diri sendiri. Aku cukup bangga dengan bentuk bibir ini. Mata tajam yang memandang mata di seberang cermin itu. Mata sipit dengan bola mata bewarna coklat ke arah hitam, bulu mata yang melengkung manis bertengger di bagian atas dan bawah mata, dan alis tipis bekar dicukur lebih ke arah berantakan. Memandang mat...

Bangku Taman, 1 Juli

Jalan sepi yang lenggang itu, dengan paving abu-abu yang mulai berlubang. Jalan ini selalu tampak sepi, jarang ada orang yang melewatinya apalagi ketika hujan bahkan petugas kebersihan pun jarang membersihkan jalan ini. Tidak heran, jalan ini sepi karena terletak di bagian paling pojok sebuah taman. Daun-daun yang berserakan yang hampir tiga hari tidak dibersihkan. Meski jarang dilewati bagian taman ini sangat indah, terdapat pohon maple besar  di setiap sisi-sisi jalan, hamparan rumput hijau yang bersanding dengan berbagai macam bunga, seperti mawar, aster, gerbera, iris, dan lily. Ada juga sebuah sisi dengan deretan bunga matahari. Saat musim semi tiba, hijau dedaunan akan nampak sangat indah, daun yang bertebangan karena musim semi seperti hujan hijau yang tampak indah. Ketika malam tiba, dari taman bagian ini juga bisa melihat berbagai rasi bintang. Taman ini hanya diterangi beberapa lampu taman, sehingga cahaya bintang akan terlihat berkelip indah. Di bawah sebuah pohon ...