Skip to main content

Easy not Simple

"The easy thing doesn't seem like the simple think."

Hidup ini tak sesederhana yang terlihat. Semakin sederhana hal yang dilakukan semakin rumit proses di belakangnya.

Hal praktis yang biasa kita lakukan merupakan hasil pikiran seseorang yang sangatlah rumit. Orang-orang tersebut terbiasa terlihat pemalas, pengangguran, dan tidak memiliki kerjaan. Menurut orang lain, orang-orang tersebut orang yang selalu linglung dan selalu bengong, mereka mengira orang-orang tersebut tidak bekerja/ melakukan apa pun. Bah, padahal otak mereka bekerja lebih keras dari orang lain. Bukan karena mereka terlihat pemalas, mereka tidak melakukan apa pun.
Banyak sekali contoh ilmuwan yang membuktikan hal tersebut, seperti Albert Einstein dan Isaac Newton (yang aku tahu baru ini).

Mereka terlihat tidak beranjak dari tempat mereka atau dari kamar mereka karena sedang berpikir tentang hal-hal yang disekitar mereka dan mencoba menjawab pertanyaan yang berada di pikiran mereka. Otak mereka dipenuhi pertanyaan yang jika dituliskan tidak cukip dituliskan pada kertas yang mereka miliki pada saat itu, jadi mereka menyimpannya di otak mereka hingga pertanyaan tersebut terjawab. Mungkin pada awalnya pertanyaan di otak mereka dianggap pertanyaan yang tidak berguna sama sekali bagi orang lain.

Bukan karena mereka berbeda berarti mereka adalah orang yang tidak berguna. Mereka hanya berbeda, bukan tidak berguna. Kita tak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikiran mereka akan berguna di suatu waktu nanti. Amat sangat beruntung jika mereka tidak mengikuti arus menjadi orang-orang normal, mungkin suatu saat kita bisa menikmati hasil pemikiran mereka. Tapi, sangat sayang sekali jika mereka harus terjerumus arus, sehingga mereka sekedar orang normal, meskipun mereka tetaplah menjadi orang yang berguna.

Lagipula, tidak mungkin di dunia ini Tuhan menciptakan sebuah hal tanpa manfaat, bahkan benda yang bukan makhluk hidup pun memiliki kegunaan yang patut disyukuri. Siapa kita hingga patut menghakimi bahwa seseorang tidak berguna di dunia ini.

Ini mungkin terlihat seperti hanya suatu alasan untuk membenarkan kemalasan, Tapi sungguh, aku hanya tidak menyukai seseorang yang dengan mudah mengatakan bahawa "seseorang tidak berguna" atau "hal yang dilakukan tidak berguna".

Terima kasih jika mau sedikit memikirkan opini ini.
Ayo menulis~~

Comments

Popular posts from this blog

Dua Sisi

Menangislah wahai kesedihan Menangislah dekapan hujan Menangislah dalam kesedihan Menangislah dalam kesunyian Jangan menangis dalam terangnya matahari Hujan akan menutupi kesedihanmu Hingga hujan terhapuskan oleh matahari Pelangi akan mengeringi senyummu Hidup memang takkan terus ada senyuman Hidup bukan hanya sekedar kebahagiaan Hidup tak hanya untuk mencapai kematian Hidup adalah sebuah proses penerimaan Penerimaan kesedihan Penerimaan kebahagiaan Penerimaan kesunyian Penerimaan kebersamaan Menangis bukan hanya sekedar kelemahan Senyuman bukan hanya sekedar kebahagiaan Akan ada dua sisi dalam setiap perlakuan Entah kapan itu, butuh sebuah keyakinan Love Ruu

Cermin

Judul : Cermin Author : Ludia M.P Project for :    @YUI17Melodies     #MelodiHijauOranye    Theme Song : YUI- Again Keywords : tangis, awal, mimpi, kenangan, dan musuh Aku menatap cermin di depanku, meneliti setiap detil diriku. Rambut ikal panjang sepinggang yang biasa dipuji oleh orang karena sedikit unik. Rambut yang mengembang ini sedikit mengganggu ketika angin menerjang, akan menampakkan rambut berantakan dan terlihat seperti monster besar. Aku memandang wajah itu, kulit putih dengan sedikit bekas jerawat di pipi kanan. Wajah sedikit oval, hidung yang tak terlalu mancung, bibir merah jambu tersenyum, mengulum bibirku sendiri dan memuji diri sendiri. Aku cukup bangga dengan bentuk bibir ini. Mata tajam yang memandang mata di seberang cermin itu. Mata sipit dengan bola mata bewarna coklat ke arah hitam, bulu mata yang melengkung manis bertengger di bagian atas dan bawah mata, dan alis tipis bekar dicukur lebih ke arah berantakan. Memandang mat...

Secangkir Flower Tea (1) Pagi yang Indah

Hari itu aku melihatmu kesakitan, mendengarkan setiap jeritan yang terdengar darimu. Batapa hancurnya aku saat kau mengerang kesakitan, betapa runtuhnya aku saat kau menggenggam bajuku. Meski kau tahu cengkraman itu takkan pernah membuat rasa sakitmu tak berhenti. Segalanya membuatku ingin menumpahkan air mataku. Tidak, aku takkan meluapkannya, aku akan tegar untuk menopangnya. Saat aku memutuskan untuk di sampingnya, aku akan menjadi kuat. Itulah janjiku saat itu. ### Hari itu, seperti biasa aku bertemu dengannya di depan rumahnya. Aku sudah berdiri di depan bel pintu itu selama 15 menit, tapi ragu untuk memencetnya hingga akhirnya dia, Doni berdiri di belakangnya. Aku sangat kaget tiba-tiba dia menyapanya. "Risa?" "Hai," aku terpaku dan hanya bisa mengatakan itu. Apa itu terlihat jelas? Doni memiringkan kepalanya sedikit dan akan bertanya lagi, sebelum aku memotong, "Mau sandwich?" dengan menunjukkan kotak makanan di depannya. Doni mengangguk mentakan iy...