Skip to main content

Cobalah Gunakan Kendaraan Umum! (Think)


Para pengguna kendaraan pribadi (KP), naik KP lebih hemat daripada naik Kendaraan Umum (KU). Apalagi, ongkos KU makin lama makin mahal. << otak seperti ini, bikin banyak orang yg akhirnya beralih menggunakan KU.
Coba pikirkan : karena pengguna motor bertambah, membuat pengguna angkot berkurang, penumpang jadi sedikit, sehingga sopir menaikkan tarif. Coba pikirkan kalau kalian beralih ke kendaraan umum, bisa saja tarif lebih murah, jika penumpang banyak.
Otak pengguna KU >> alasan sopir angkot menaikkan tarif karena bahan bakar harganya naik sehingga bahan2 pokok naik.
Coba pikirkan : Bahan bakar semakin mahal karena keberadaannya yang tidak sejalan dengan banyaknya kendaraan bermotor yang digunakan. Bahan bakar semakin sedikit karena semakin banyak pengguna kendaraan pribadi, wajar kan kalau bahan bakar mahal.  Jika saja lebih beralih ke kendaraan umum, bisa menghemat bahan bakar, sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan bakar, bisa juga para penjual bahan pokok tidak menggunakan alasan 'harga bbm naik' sebagai alasan menaikkan harga.
Halah, kalau cuma saya saja mikir gitu, ga bakal ngaruh apa-apa. Kan cuma 1 atau beberapa orang aja. Daripada gitu mending ngikut aja pakai motor. << yang ini otak GOBLOK
Coba pikirkan : jika banyak orang yang berani berpikir lebih pintar untuk menggunakan kendaraan umum, bisa saja kendaraan pribadi tidak meraja lela, ongkos kendaraan umum lebih murah, bumi lebih sehat, tidk terjadi kelangkaan bbm, mungkin saja harga bahan pokok tidak mahal. Jika setiap orang lebih memilih berpikir 'lebih baik saya melakukan 1 perubahan pada diri saya, daripada melakukan hal yang menurut saya salah, meski itu harus berbeda'
Bah, terserah saya. Duit2 saya, terserah mau saya apakan saja. << otak individualis
Coba pikirkan : Mati! Kubur diri loe sendiri sono!
Sekian pemikiran saya. Terima kasih, jika Anda membaca dan mencoba sedikit berpikir lebih cerdas.
Pikiran yang saya sampaikan sepenuhnya dari orang sekitar.
Sebenarnya, tidak masalah mempunyai kendaraan pribadi. Tapi bijaklah dalam menggunakannya. Terima Kasih!!

Comments

Popular posts from this blog

Dua Sisi

Menangislah wahai kesedihan Menangislah dekapan hujan Menangislah dalam kesedihan Menangislah dalam kesunyian Jangan menangis dalam terangnya matahari Hujan akan menutupi kesedihanmu Hingga hujan terhapuskan oleh matahari Pelangi akan mengeringi senyummu Hidup memang takkan terus ada senyuman Hidup bukan hanya sekedar kebahagiaan Hidup tak hanya untuk mencapai kematian Hidup adalah sebuah proses penerimaan Penerimaan kesedihan Penerimaan kebahagiaan Penerimaan kesunyian Penerimaan kebersamaan Menangis bukan hanya sekedar kelemahan Senyuman bukan hanya sekedar kebahagiaan Akan ada dua sisi dalam setiap perlakuan Entah kapan itu, butuh sebuah keyakinan Love Ruu

Cermin

Judul : Cermin Author : Ludia M.P Project for :    @YUI17Melodies     #MelodiHijauOranye    Theme Song : YUI- Again Keywords : tangis, awal, mimpi, kenangan, dan musuh Aku menatap cermin di depanku, meneliti setiap detil diriku. Rambut ikal panjang sepinggang yang biasa dipuji oleh orang karena sedikit unik. Rambut yang mengembang ini sedikit mengganggu ketika angin menerjang, akan menampakkan rambut berantakan dan terlihat seperti monster besar. Aku memandang wajah itu, kulit putih dengan sedikit bekas jerawat di pipi kanan. Wajah sedikit oval, hidung yang tak terlalu mancung, bibir merah jambu tersenyum, mengulum bibirku sendiri dan memuji diri sendiri. Aku cukup bangga dengan bentuk bibir ini. Mata tajam yang memandang mata di seberang cermin itu. Mata sipit dengan bola mata bewarna coklat ke arah hitam, bulu mata yang melengkung manis bertengger di bagian atas dan bawah mata, dan alis tipis bekar dicukur lebih ke arah berantakan. Memandang mat...

Secangkir Flower Tea (1) Pagi yang Indah

Hari itu aku melihatmu kesakitan, mendengarkan setiap jeritan yang terdengar darimu. Batapa hancurnya aku saat kau mengerang kesakitan, betapa runtuhnya aku saat kau menggenggam bajuku. Meski kau tahu cengkraman itu takkan pernah membuat rasa sakitmu tak berhenti. Segalanya membuatku ingin menumpahkan air mataku. Tidak, aku takkan meluapkannya, aku akan tegar untuk menopangnya. Saat aku memutuskan untuk di sampingnya, aku akan menjadi kuat. Itulah janjiku saat itu. ### Hari itu, seperti biasa aku bertemu dengannya di depan rumahnya. Aku sudah berdiri di depan bel pintu itu selama 15 menit, tapi ragu untuk memencetnya hingga akhirnya dia, Doni berdiri di belakangnya. Aku sangat kaget tiba-tiba dia menyapanya. "Risa?" "Hai," aku terpaku dan hanya bisa mengatakan itu. Apa itu terlihat jelas? Doni memiringkan kepalanya sedikit dan akan bertanya lagi, sebelum aku memotong, "Mau sandwich?" dengan menunjukkan kotak makanan di depannya. Doni mengangguk mentakan iy...